Buku 10 Sahabat Cilik Rasulullah (Fatiha Kids)

Penerbit: Fatiha


  • 69.000,00
Ongkos kirim dihitung saat checkout


Buku 10 Sahabat Cilik Rasulullah

Oleh: Ustadz Muhammad al-Mathariqi, Penerbit Fatiha Kids

Anak-anak merupakan mutiara yang sangat berharga. Mereka bagaikan selembar kertas putih yang siap untuk ditulisi dengan apa pun dan oleh siapa pun, terutama orang tua. Bila yang dituliskan orang tua merupakan hal-hal yang baik, maka itulah yang akan melekat dalam dirinya. Begitu pula sebaliknya. Banyak metode yang dapat  digunakan orang tua da lam memberikan pengajaran kepada anak, salah satunya melalui cerita. Cerita merupakan salah satu cara terbaik untuk menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, intelektual, dan lain-lain. Selain itu, cerita juga sangat digemari oleh anak-anak dan mempermudah mereka dalam memahami isi yang terkandung di dalamnya.

Jabir bin Abdillah

Namanya Jabir bin Abdillah. Ia hafal al-Qur’an dan mengamalkan isinya. Ia hafal lebih dari 1.400 hadits di antara hadits-hadits yang diambil dari sang guru pertama; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat Jabir masih sangat belia, ia sering sekali pergi ke kebun milik ayahnya. Di sana ia banyak menghabiskan waktu menikmati hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi di antara pepohonan. Termasuk di dalamnya pohon Kurma. Merenungkan langit yang cerah, air yang mengalir, dan burung-burung yang mengepakkan sayap di udara. Dengan imajinasinya yang segar, Jabir membayangkan alam indah masa kekanak-kanakan yang menyenangkan.

Pada suatu hari, Jabir mempersiapkan diri untuk melalui kehidupan yang sebenarnya. Ayahnya bersiap-siap untuk bepergian bersama salah satu rombongan dari penduduk Yatsrib. Ayahnya berkata kepada Jabir, “Wahai Jabir! Kau harus tetap tinggal bersama saudara-saudara perempuanmu sampai aku pulang dari perjalanan ini. Kau sendiri tahu, kau satu-satunya anak lelaki di antara sembilan anak perempuan.” Jabir tidak tahu hendak kemana ayahnya pergi. Namun, ia sangat menginginkan untuk ikut pergi bersama ayahnya, karena ia melihat tanda-tanda ceria dan bahagia di wajah ayahnya. Dalam relung jiwa, ia merasa perjalanan ini memiliki ciri tersendiri. Perjalanan ini pastinya akan menyenangkan dan bermanfaat.

Jabir sepertinya menanyakan tentang perjalanan seperti apakah yang akan dilalui ayahnya. Setelah tahu bahwa perjalanan tersebut menuju Makkah, bukan perjalanan-perjalanan lainnya yang dimaksudkan untuk urusan perdagangan, Jabir kian mendesak untuk ikut pergi bersama mereka. Setelah melontarkan beberapa pertanyaan kepada ayahnya, si anak kecil ini tahu bahwa mereka tengah menempuh perjalanan untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jabir pun bertanya, “Siapakah itu utusan Allah, wahai Ayah?”

Ayah Jabir menjawab yang intinya demikian, “Allah telah mengutusnya kepada umat manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan jahiliyah dan kesyirikan menuju cahaya Islam dan tauhid murni untuk Allah. Ia adalah penutup para Nabi dan Rasul. Siapa taat padanya, ia masuk Surga, dan siapa durhaka kepadanya, ia masuk Neraka.”


Kami Juga Merekomendasikan